FGD Minang Diaspora

Minang Diaspora

Assalamu’alaikum wr wb

Berikut kami sampaikan hasil resume FGD Diaspora Minang di Hotel Harris FX Sudirman hari Minggu tanggal 2 Juli 2017 jam 15.00-19.30

1. Disepakati untuk membentuk Diaspora Minang sebagai bagian dari Diaspora Indonesia
2. Bentuknya menyesuaikan dengan Diaspora Indonesia
3. Diaspora Minang tidak bertujuan untuk menandingi organisasi minang yg ada dengan membuat ormas yang baru tapi lebih sebagai koordinator dan fasilitator semua perantau yang tersebar diseluruh dunia dengan membuat kongres Minang Diaspora setiap 2 tahun sekali bersamaan dengan Kongres Indonesian Diaspora
4. Diaspora Minang lebih sebagai Jaringan Global Diaspora Minang (Minang Diaspora Global Network)
5. Diaspora Minang ditujukan sebagai Jembatan Penghubung antara diaspora Minang Dalam dan Luar negeri dengan Masyarakat dan Pemprov Sumbar
6. Dr. DINO PATTI DJALAL bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina Diaspora Minang
7. Dr Dino Patti Djalal menekankan sumbangan delapan juta orang Diaspora Indonesia terhadap perekonomian Indonesia, yg sayangnya belum terbina baik. Diperlukan institusi yg khusus utk ini, diharapkan BNP2TKI yang ada sekarang bisa ditingkatkan menjadi BNP2TKI dan Diaspora. Pembinaan diaspora perlu diarahkan ke bidang bisnis. Untuk ini Sumatera Barat perlu menciptakan iklim yang menguntungkan utk perkembangan bisnis dari Diaspora. Direncanakan th depan akan mendatangkan 50 pebisnis Diaspora Minang dari berbagai belahan dunia untuk mengadakan Business Meeting dengan Semua Pejabat Pemprov Sumatera Barat dan Kabupaten. Salah satu bidang yg dapat dikembangkan adalah wisata alam di Sumbar. Selain itu bagaimana diaspora Minang bisa membuat restoran Padang lebih banyak lagi di luar negeri seperti Eropa dan Amerika dan bisa bersaing dengan makanan Thailand, Jepang, Italia dan sebagainya. Dengan kata lain, Sumatera Barat perlu mengembangkan strategi global sendiri. Diaspora Minang tidak hanya bisa mendatangkan investor luar negeri ke Sumbar tapi bagaimana juga caranya agar Diaspora Minang bisa menjadi pemain regional maupun global dalam bisnis internasional

Satu catatan penting lagi dari Dr Dino Patti Djalal: umumnya wisatawan dari negara maju lebih tertarik dgn wisata alam daripada wisata budaya. Rasanya perlu dijadikan masukan dalam menyusun strategi pariwisata.

Dr. Dino menekankan agar ada satu Niche/keunikan/differensiasi dari Minang Diaspora ini. Beliau menyarankan lebih fokus ke bisnis dan Investasi. Menurutnya China dan India menjadi kekuatan Ekonomi Global karena adanya jaringan Diaspora Cina dan India. Mudah2an Minang diaspora bisa mencapai apa yg sudah dicapai India dan China apalagi Orang minang terkenal dengan tradisi dagang dan bisnisnya.

8. Prof. Armai Arif : sangat mendukung Diaspora Minang ini dan agar Minang Diaspora memperkuat database tokoh2 minang diaspora. Saat ini beliau sudah punya draft buku ensiklopedia minangkabau dan tinggal dilanjutkan

9. Bp Agustanzah Sjahroezah mengingatkan agar kegiatan berminangkabau ini tetap dalam rangka kehidupan kebangsaan, yg pada saat ini sedang mengalami berbagai masalah.

10. Prof Saafroedin Bahar : Menurut perspektif antropologis dari Prof Amri Marzali laki-laki Minang harus pergi merantau dan enggan pulang kampung oleh karena dalam struktur sosial adat – tradisional – laki-laki Minang tidak punya rumah. Waktu remaja harus tidur di surau, setelah berumah tangga harus sering ke lapau, dan kalau sudah tua kembali ke surau lagi. Secara pribadi saya berpendapat bahwa gejala inilah yang menyebabkan adanya yang ” marantau chino”, yaitu merantau untuk menetap dan tidak pulang lagi. Begini lengkapnya tulisan beliau:
” Satu faktor mengapa lelaki Minang enerjetik & gelisah. Yaitu faktor struktur sosial. Secara tradisional lelaki Minang tdk punya rumah tempat tinggal di kampungnya. Dia boleh jadi kepala nagari, penghulu suku, datuk sutan pamuncak. Tapi dia tdk punya tempat tinggal. Dari rumah gadang ibunya, dia harus keluar setelah meningkat remaja, lalu tinggal di surau. Di rumah isterinya dia hanya langau menumpang hinggap. Habis subuh dia hrs meninggalkan rumah isterinya. Jadi secara struktural lelaki itu tdk punya rumah tempat tinggal. Lalok di surau, makan di lapau. Apakah keadaan spt ini tdk akan mempengaruhi karakter lelaki Minang??? Maka pergilah mrk ke rantau mencari struktur yg mapan, dimana mrk tdk hanya menonjol di ruang publik, tapi juga mapan di ruang private. Sehingga kegelisahannya terobati.”

11. Walikota Padang Mahyeldi : Kota Padang sangat welcome dengan adanya Minang Diaspora ini dengan harapan akan mendatangkan byk investasi dikota Padang dan Sumatera Barat umumnya terutama berasal dari Diaspora Minang dalam dan luar negeri. Kota Padang ingin melakukan Internasionalisasi Kota Padang dan Sumatera Barat alias going global dan going international agar bisa bekerjasama dengan pihak pihak yg ada diluar negeri melalui sister city, diaspora minang dan sebagainya.

12. Elza Syarif : Sangat mendukung Diaspora Minang Global ini dan berharap semua tokoh2 diaspora memberikan kontribusinya untuk Sumatera Barat sesuai Profesi dan keahlian masing2 atau dengan organisasi yang dipimpinnya seperti Ibu Elza Syarif sendiri yang ingin membantu masyarakat Sumbar melalui organisasinya yaitu PERWIRA (Persatuan Perempuan Wirausaha). Salah satu programnya adalah melalui penyaluran kredit untuk UMKM kerjasama PERWIRA dengan Koperasi dan lembaga keuangan.

13. Asnawi Bahar : diharapkan agar diaspora Minang mengadakan diskusi dan FGD antara Pejabat pemprov Sumbar dan Kabupaten dengan diaspora minang dalam dan luar negeri guna mencari potensi potensi
Investasi untuk kemajuan Sumbar.

14. Burmalis Ilyas : Diaspora Minang Global muncul bukan karena agenda politik apapun dan bukan oleh siapapun tapi lebih sebagai mengambil momentum adanya kongres Indonesian Diaspora dan kebetulan Chairman dan Ikon dari Diaspora Indonesia adalah bpk DR. DINO PATTI DJALAL, orang Minang yang sudah menjadi tokoh internasional dan berhasil mendatangkan Mantan Presiden Barrack Obama dalam even besar tersebut. Bahkan ide ini muncul secara spontan hanya beberapa hari sebelum dimulainya kongres Indonesian Diaspora. Pertemuan awal dihadiri dan diinisiasi oleh Bpk Betha A Djardjis, , President WHITA (World Halal Industry and Trade Alliance), H. Sukri Bey (Ketum HASS/Himpunan Alumni SLTA Se-Sumatera Barat), Agustanzah Sjahroezah (Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional), Hendri Yusuf (Program Director WHITA) dan Burmalis Ilyas (Sekjen HASS). Diharapkan kesuksesan bpk Dino Patti Djalal dengan Indonesian Diasporanya bisa menjadi pengalaman dan inspirasi utk minang diaspora.
15. Program jangka pendek yg akan dilakukan adalah membuat website , buku dan database tokoh diaspora global minang.
16. Membentuk sebuah tim perumus utk merancang langkah- langkah berikutnya seperti konsep diaspora minang, bentuk dan keanggotaan dan lain sebagainya yang terdiri dari:
a. Penasehat: Dr Dino Patti Djalal.
b. Ketua: Burmalis Ilyas. MA. M.Si
c. Anggota- anggota: Prof Dr. Armai Arif, Dr Masykur Chaniago Dt Parpatih nan Sabatang, Prof Dr Irawadi Djamaran, Mulyeni, DR. Agustanzah Sjahroezah, Ir. Betha A Djardjis, Dr. Elza Syarief, SH, Prof. DR. Saafroedin Bahar, Herman Kamra, DR. Yurdi Yasm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *