Keluarga Besar Minang Diaspora Urun Rembug

Notulensi Rapat Tim Perumus dan Urun Rembug Keluarga Besar Minang Diaspora Network Global

Notulensi Rapat Tim Perumus
1. Agar dibentuk Yayasan Minang Diaspora Network Global lebih untuk menampung dana atau donasi yang masuk guna kelancaran kegiatan Minang Diaspora Network sebagaimana yang dilakukan oleh Indonesian Diaspora Network (Dutamardin)
2. Minang Diaspora lebih baik berbentuk Yayasan ketimbang perkumpulan dikarenakan sudah banyaknya perkumpulan minang yang ada seperti Gebu Minang, IKM dan sebagainya (Burmalis Ilyas)
3. Selain Yayasan Minang Diaspora Dibuat juga Semacam Forum Komunikasi Keluarga Besar Minang Diaspora yang suaranya menentukan dalam memilih pengurus dan pembina yayasan sambil mempelajari AD/ART Indonesian Diaspora Network (Prof Irawadi Jamaran)
4. Untuk menjalankan setiap program akan dibentuk kelompok kerja/gugus tugas (Task Force) yang membidangi masing2 kompetensi seperti task force pariwisata, task force pendidikan, task force kesehatan, task force pemerintahan dan sebagainya (Dutamardin)
5. Minang Diaspora Network berafiliasi dengan Indonesian Diaspora Network. Kepengurusan di Yayasan sebaiknya 4 tahun bukan 2 tahun seperti Indonesian Diaspora Network Global.
Minang Diaspora Network harus ambil bagian dalam semua aspek pembangunan yg ada, tidak hanya dibidang ekonomi dan budaya saja tapi dlm satu bingkai POLEKSOSBUD (Masykur Chaniago Datuk Parpatih Nan Sabatang)
6. Prof Jurnalis Udin mengingatkan bahwa Yayasan hanya dikuasai oleh pengurus dan pembina, diluar itu tidak boleh intervensi. Namun dicari jalan tengah tetap memakai Yayasan Bukan perkumpulan lebih untuk menampung dana atau uang masuk guna kelancaran operasional Minang Diaspora Network. Bahkan Prof Jurnalis Udin membuka kemungkinan bahwa Minang Diaspora bisa membuat PT atau unit usaha.
7. Agustanzil Sjahroezah : Minang Diaspora harus punya Profit Center yaitu unit usaha yang bisa menghasilkan uang dan cost center atau semacam lembaga sosial sebagai bentuk pengabdian masyarakat.
8. Pembentukan Chapter MDN (Minang Diaspora Network) disetiap kota dan Negara seperti MDN Los Angeles, MDN Italia, MDN Washington dan seterusnya (Dutamardin)
9. Untuk folow up lebih lanjut tim perumus akan berdiskusi dengan Chairman Indonesian Diaspora Network Bpk DR. Dino Patti Djalal

Notulensi Urun Rembug Keluarga Besar Minang Diaspora Network Global
1. Prof Jurnalis Udin : Minang Diaspora Network lebih fokus ke database/direktori yang mengumpulkan semua potensi perantau minang dalam dan luar negeri berbasis kompetensi dan keahlian yang dimiliki seperti ahli pendidikan, pariwisata, perminyakan dan lain2 baik dalam bentuk buku, website maupun direktori.
2. Prof. DR. Mochtar Naim : Diharapkan Diaspora Minang Network Global turut mendukung perjuangan dibentuknya DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) karena Minangkabau mempunyai banyak keistimewaan.
3. Amri Aziz : dipercepat dibentuknya Kaukus Parlemen Minang yaitu semua anggota DPD/DPR RI yang mempunyai darah minang dan Minang diaspora sebagai fasilitatornya. Saat ini diperkirakan ada 60 orang legislator berdarah minang. Orang minang tidak boleh alergi dengan politik.
Alhamdulillah Prof Jurnalis Udin bersedia dan menawarkan tempat beliau sebagai tempat urun rembug Kaukus Parlemen Minang
4. Eddie Moeras : Minang Diaspora hendaknya bisa melahirkan tokoh2 politik dipentas nasional dan internasional.
5. Sylvy Djardjis Husman : Minang Diaspora bisa menjadi pelopor dibentuknya Universitas Muslimah Internasional nantinya.
6. Herman Kamra : Minang Diaspora membentuk Task Force dibidang kuliner agar masakan Padang bisa bersaing dengan masakan Thailand, India, China dan lainnya
7. Isti Media Fitri Nugraha : Minang Diaspora menjadi salah satu ujung tombak dilaksanakannya ABS SBK dalam kehidupan sehari2 Masyarakat Minang. Saat ini banyak terjadi degradasi moral dikampung halaman seperti LGBT, Narkoba dsb
8. Brigjen TNI Purn Asmarbi Arbi : Konsep Nagari Harus diperkuat guna memperkuat Penerapan ABS BSK dalam kehidupan masyarakat Minang dan Perjuangan untuk membentuk DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) harus tetap diteruskan
9. Prof. Irawadi Djamaran : konsep Nagari tetap ada namun dibentuk desa desa dan menjadi bagian kecil dari Nagari agar Sumbar bisa menerima dana Desa jauh lebih banyak dibandingkan saat ini ketimbang memekarkan Nagari menjadi beberapa buah Nagari lainnya. Lucu rasanya orang yang sama senagari dulu sekarang sudah berubah nagarinya menurut prof Irawadi
10. Burmalis Ilyas : Minang diaspora lebih berbentuk yayasan saja ketimbang perkumpulan. Semua Keluarga Besar Minang Diaspora Network Global adalah Pengurus Minang Diaspora seumur hidup tanpa dibatasi periode waktu dan tanpa perlu dibentuknya kepengurusan seperti perkumpulan minang lainnya. Kepengurusan lebih berbasis database/direktori. Kepengurusan di yayasan lebih untuk keperluan administratif semata. Semua member Minang diaspora berada dalam posisi yang sama/equal. Untuk aktif dalam sebuah program diharapkan keaktifan member minang diaspora untuk bergabung dalam Task Force seperti Task Force bidang pemerintah, hukum, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.

11. Disepakati Minang Diaspora agar membentuk Task Force dibidang pemerintahan dan kebangsaan guna memberi rekomendasi kepada Pemprov Sumbar dan pemerintah Pusat dan Task Force lainnya
12. Disepakati untuk menyelenggarakan Kongres Minang Diaspora Minang Network Global pertama kali bersamaan waktunya dengan Kongres Indonesia Diaspora Network Global 2 tahun yang akan datang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *