FGD Pariwisata Minang Diaspora

Hasil notulensi FGD Pariwisata Minang Diaspora Network Global yg diadakan di Kampus YARSI tgl 19 Oktober 2017:

1. Perlunya pemahaman dan komitmen bersama antara perantau dan Pemprov Sumbar dalam mengembangkan pariwisata di Sumatera Barat (Doni Oskaria)
2. Perlunya ditentukan target atau pasar utama pariwisata Sumbar. Menurut pak Doni Oskaria target market yg paling besar adalah wisatawan Malaysia, wisatawan Timur Tengah yg berada di Malaysia sehingga Sumbar menjadi destinasi berikut mereka setelah Malaysia (Doni Oskaria)
3. Pameran atau expo hendaknya dilakukan di target market yg lebih jelas agar anggaran yg ada bisa menjadi efektif (Doni Oskaria)
4. Kita harus punya destinasi utama atau traffic puller yang menjadi magnet utama wisata untuk datang ke sumbar dan kemudian dgn sendirinya akan berwisata ke destinasi terusan lainnya (Doni Oskaria)
5. Perlunya tata ruang yg jelas dan kepastian hukum agar investor tidak ragu untuk investasi di sumbar seperti status tanah dsb (Doni Oskaria)
6. FGD berikutnya diharapkan bisa dihadiri oleh Pejabat Pemprov Sumbar dan dinas terkait seperti kadis pariwisata pemprov dan kabupaten (Doni Oskaria)
7. Diharapkan agar Pemprov Sumbar membuat SK untuk para pakar2 pariwisata sehingga mereka bisa dilibatkan dalam penyusunan RPJMD dan Perda Perda yg diterbitkan oleh Pemprov (Sukri Bey)
8. Pariwisata merupakan penghasil devisa negara no 1 saat ini dan kita harus maksimalkan potensi yg ada (Sukri Bey)
9. Kita kembangkan wisata yg mempunyai kearifan lokal seperti wisata sejarah, rumah gadang, hunian homestay dsb (Sukri Bey)
10. Perlu diadakan Audiensi dengan Gubernur yang dihadiri oleh ketua2 ormas minang (Sukri Bey)
11. Solok Saiyo siap menjadi pilot projek dalam promosi wisata sumbar krn semua aspek legal sudah ada dan perlunya sebuah PERDA dan feasibility studies yg komprehensif untuk pariwisata Sumbar (Eddie Moeras)
12. Perlunya publikasi yg luas dalam promosi pariwisata sumbar dan mencoba membuat SMK dibidang pariwisata (Maskur Chaniago Datuak Parpatih Nan Sabatang)
13. Perlunya dibentuk West Sumatera Tourism Development Board (WSTDB) seperti yg dimiliki oleh Bali. (Prof. Fashbir Noor Sidin)
14. Perlunya mengembangkan pariwisata di sumbar yang tidak hanya bersifat musiman seperti lebaran atau tahun baru (herman Kamra)
15. Sumbar punya potensi pariwisata yg sangat luar biasa namun belum maksimal pencapaiannya (Nazief Etek)
16. Pariwisata tidak bisa hanya dilakukan oleh satu dinas tapi harus sinergi dengan berbagai dinas lain serta stake holder lainnya (Nazief Etek)
17. Perlunya dicanangkan Sumbar sebagai destinasi wisata halal (nazief etek)
18. Perlu digalakkan lagi one village one product seperti dizaman bpk Azwar Anas dulu (nazief etek)
19. Wisatawan ingin melihat orisinalitas dan autentiknya budaya minang sehingga yg perlu dikembangkan adalah wisata budaya dan kuliner (Prof Musril Zahari)
20. Adanya pergeseran turis malaysia dari Sumbar ke Jabar yg perlu diantisipasi (prof Musril Zahari)
21. Perlunya dibuat sebuah strategic paper oleh Task Force Pariwisata MDN Global (H. Asmun)
22. Perlunya dikembangkan SWOT Analisi dalam pariwisata (H. Asmun)
23. Promosi wisata sumbar masih minim, perlu dilibatkan KBRI dan diaspora minang yg ada diseluruh dunia dalam promosi wisata sumbar (H asmun)
24. Perlunya dibentuk tim pakar yg memberi masukan kepada pemprov Sumbar (H. Asmun)
25. Bagaimana agar Sumbar bisa menjadi salah satu 10 destinasi pariwisata dimasa yg akan datang (desty jamal)
26. Perlunya dibuat sebuah pilot project dan perlu diperbaiki fasilitas2 yg ada dan dibuat event2 yg kolosal seperti makan bajamba dsb (masni rani)
27. Perlunya menyadarkan masyarakat sumbar akan pentingnya pariwisata krn pariwisata bisa menjadi salah satu sektor ekonomi yg bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat (DR. Fikri Bareno)
28. Sumbar harus punya simbol pariwisata. Anai resort bisa jadi salah satu simbolnya (nasrizal)
29. Pariwisata Dibrunei sangat bagus karena disuport oleh kerajaan. Destinasi yg sederhana bisa menjadi luar biasa karena dikemas dgn baik seperti kampung air (muhammad hanafi/brunei darussalam)
30. Perlunya diperbanyak sekolah dan akademi atau STIE pariwisata (M Hanafi)
31. Kita perlu pahami bahwa Pemprov tidak mudah dalam melaksanakan semua program karena semua program harus melalui persetujuan DPRD dan menghadapi berbagai pro kontra di masyarakat. Meski demikian kita tetap memberi masukan dan kritik yg konsruktif. Memperbanyak kerajinan rakyat dan aksesoris atau suvenir yg menampilkan budaya minang (DR. Har Adi Basri)
32. Meski kita sangat berharap dgn pariwisata kita tetap harus mempertahankan dan menjaga adat dan budaya kita (ABS-SBK) (nasrizal)
33. Perlunya dikembangkan wisata religi dan antisipasi turunnya tingkat kunjungan wisata kesumbar (Chairul Umaya)
34. Desa suliki bisa menjadi salah satu destinasi wisata yg bagus (iburhamzah)
35. Perantau minang perlu mengembangkan sekolah pariwisata dengan membuat yg baru atau menyempurnakan akademi2 atau sekolah 36. pariwisata yg sudah ada (Prof Jurnalis Uddin)
37. 1) Perlu Perda ttg tertib berwisata (do and do not) dg rujukan ABS SBK. 2) Perlu bentuk Dubalang atau Paga Nagari sbg aparat penegak aturan spt pecalang di Bali yg berseragam. 3) perlu penegakan hukum thd pelanggaran melalui peradilan adat berupa peringatan dan denda
Satu lagi perlu kebijakan pengembangan wilayah dan kawasan yang terintegrasi dg Rencana Induk Pengembangan Sektor Kepariwisataan. Koridor Pdg Panjang dan Tanah Datar juga koridor Lima Puluh Kota + Payakumbuh dg Tanah Datar. Koridor Solok dan Solsel. Koridor Solok dg Sawahlunto. Koridor Sawahlunto dg Tanah Datar. Dsbnya (Prof Fashbir Noor Sidin)

Dari ide2 diatas bisa kita ambil kesimpulan:
1. FGD akan diupayakan berjalan secara kontinue per 3 atau 4 bulan sekali
2. Membuat strategic paper
3. Menghadirkan pejabat pemprov/kabulaten kota atau dinas terkait dalam FGD berikutnya
4. Membentuk tim kecil yg terdiri dari pakar pariwisata yang membuat strategic paper dan roadmap pariwisata sumbar dan menjadi policy recommendation untuk pemprov sumbar.
5. Menentukan target utama pasar wisatawan asing
6. Menentukan destinasi utama yg menjadi traffic puller
7. Membuat tim komunikasi yg terdiri dari ketua ketua ormas minang yang berkomunikasi dgn pemrov Sumbar seperti ketua IKM, FAMM, HASS, BK3AM, dll
8. Membuat 1 pilot projet yang dirasakan langsung oleh masyarakat
9. Ikut serta dalam memberikan masukan2 pembuatan PERDA2 tentang pariwisata
10. Memperjuangkan agar Sumbar masuk dalam 10 destinasi utama pariwisata Indonesia
11. Mengusahakan agar terjadi sinergi antar sesama perantau terutama sektor bisnis dalam memajukan pariwisata Sumbar
12. Selain berkomunikasi dgn pejabat pemprov para perantau minang (diaspora minang) diharapkan juga menjalin komunikasi dengan anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan stakeholder lainnya
13. Mengusahakan dibentuknya SMK dibidang pariwisata di Sumbar sebagai salah satu bentuk kontribusi perantau minang
14. Mencanangkan bahwa pariwisata Sumbar adalah pariwisata halal/syariah
15. Target utama wisatawan kita adalah malaysia dan timur tengah
16. Membuat feasibility studies
17. Kolaborasi semua ormas minang guna mendukung pariwisata sumbar
18. Memaksimalkan potensi perantau minang (minang diaspora) yang ada di dalam maupun diluar negeri untuk promosi pariwisata Sumbar dengan mengirim brosur2 terutama di restoran2 minang yang ada di dalam dan luar negeri


Warning: require(/home/minangdi/public_html/wp-content/themes/online-news-pro/comments.php): failed to open stream: Permission denied in /home/minangdi/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1472

Fatal error: require(): Failed opening required '/home/minangdi/public_html/wp-content/themes/online-news-pro/comments.php' (include_path='.:/opt/alt/php56/usr/share/pear:/opt/alt/php56/usr/share/php') in /home/minangdi/public_html/wp-includes/comment-template.php on line 1472